Novel ini adalah kisah yang diangkat dari pengalaman pribadi penulis tentang perjuangan sepuluh anak di Belitung, yang tergabung dalam "Laskar Pelangi," untuk menempuh pendidikan di sebuah SD Muhammadiyah yang sederhana dan nyaris dibubarkan. Kisah ini menekankan pada keajaiban mimpi, kekuatan persahabatan, dan semangat yang tak menyerah meski di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan hidup.